Text
Merangkai Bunga 2
Manusia adalah bagian dari alam. Oleh karena itu, wajar kalau manusia memiliki perasaan dekat dan cinta
dengan alam. Perasaan dekat dan cinta ini diwujudkan dalam berbagai bentuk perbuatan atau kegiatan dan
salah satu bentuknya adalah seni. Melalui seni manusia menuangkan berbagai pengalaman hidup yang
pernah ia peroleh, melalui pemanfaatan berbagai elemen yang menurutnya paling menarik yang dapat
dijumpainya di alam. Salah salunya adalah bunga. Kecintaan manusia terhadap bunga dapat ditemui di
belahan dunia manapun. Bunga sering dibawa oleh manusia dalam berbagai kesempatan untuk mewakili
perasaan manusia ketika ia membawa bunga bersamanya Demikian pula di Jepang. Jepang memilih alam
yang indah dan cuaca yang lembut dengan empat musim yang secara berkala datang bergantian, yang
memungkinkan tumbuhan berbunga tumbuh dengan subur. Di Jepang, berkembanglah semi merangkai
bunga Ikebana. Secara harafiah arti ikebana adalah bunga hidup dan memang bunga yang dipergunakan
dalam rangkaian bunga Ikebana adalah bunga hidup. Perkembaggan seni merangkai bunga Ikebana ini
berawal dari persembahan dalam kegiatan ritus keagamaan orang Jepang pada jaman dahulu. Dalam
persembahan itu, orang Jepang percaya bahwa dewa akan turun dari langit ke bumi melalui pohon yang
tinggi besar dan senantiasa hijau sepanjang tahun. Pohon tersebut berfungsi sebagai yorishiro atau tempat
bersemayamnya para dewa selama mereka berada di bumi. Berdasarkan pandangan seperti ini, maka di
Jepang kebanyakan yashiro atau Jinja dibaugun di tempat yang tinggi dan banyak terdapat pohon cemara
| 745.5.End.m.C1 | 745.5 End m | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 745.5.End.m.C2 | 745.5 End m | Ruang Perpustakaan (PERPUSTKAANSMARTSPANTIBELS) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain