Text
Terjemahan Terlengkap : Majmu' Syarif amalan dan doa mujarab untuk berbagai keperluan sehari-hari
Kitab Majmu’ Syarif adalah merupakan kitab yang berisikan tentang surat-surat
pilihan yang diambil dari al-Quran al-Karim, doa-doa, zikir-zikir dan shalawatshalawat atas Nabi shallallah 'alai wasallam yang disertai dengan Hadīts-Hadīts
tentang keutamaan surat-surat pilihan. Hadīts-Hadīts tersebut belum diketahui
kualitasnya, serta masih memunculkan pertanyaan apakah Hadīts itu benar-benar
dari Nabi shallallah 'alai wasallam atau bukan, karena tidak disebutkan
sumbernya. Oleh karena itu, perlunya penelitian terhadap Hadīts-Hadīts tersebut
guna menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi. Penelitian ini
merupakan penelitian kepustakaan yang disandarkan pada data primer dan data
sekunder. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sanad
Hadīts, yang meliputi Takhrīj Hadīts, i’tibar, tarjamah ruwat, dan naqd alSanad. Selanjutnya penelitian matan, yaitu membandingkan Hadīts-Hadīts yang
semakna untuk mengetahui kualitas matan. Setelah diadakan penelitian sanad dan
matan Hadīts dalam Majmu’ Syarif terkhusus tentang keutamaan surat Yasin,
maka peneliti menemukan lima Hadīts yang memiliki sanad dan satu Hadīts tidak
memiliki sanad. Dari yang lima Hadīts yang memiliki sanad mempunyai kualitas
yang bervariasi, dua Hadīts berkualitas hasan, dua Hadīts berkualitas dha’if, satu
Hadīts berkualitas maudhu’. Hadīts yang berkualitas hasan berkenaan dengan
orang yang membaca surat Yasin maka akan diampuni dosanya yang telah lalu,
dan keesokan harinya ia dalam keadaan telah diampuni dan orang yang
menghadapi sakaratul maut akan diringankan keluar ruhnya apabila dibacakan di
sisinya surat Yasin. Adapun Hadīts yang berkualitas dha’if berkenaan dengan
orang yang membaca surat Yasin maka semua kebutuhannya akan dipenuhi dan
orang yang membaca surat Yasin maka sama pahalanya dengan membaca alQuran sepuluh kali. Hadīts-Hadīts dha’if di dalam kitab Majmu’ Syarif tentang
keutamaan surat Yasin tidaklah menjadi masalah yang besar dan masih bisa
ditolerir dari segi penerimaan, karena hal itu bukanlah permasalahan yang
berkaitan dengan hukum agama yang berupa halal dan haram, melainkan sebagai
fadha’l al-a’mal dan motifasi-motifasi. Adapun Hadīts yang berkualitas maudhu’
yaitu berkaitan dengan orang yang membaca surat Yasin ketika berziarah kubur
maka akan mendapat pahala sebanyak ahli kubur tersebut. Mengenai Hadīts
maudhu’ terebut harus berhati-hati dalam meriwayatkannya, sehingga tidak
sampai meyakininya sebagai bagian dari Hadīts Nabi shallallah 'alai wasallam,
mengingat sabda Nabi bahwa Nabi shallallah 'alai wasallam mengecam siapapun
yang membuat-buat sesuatu perkataan yang kemudian disandarkan kepada beliau
dengan api neraka.
| 297.Ray.m.C1 | 297 Ray m | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain