Text
Sejarah Kerajaan Lima Luhak
meneliti sejarah kerajaan- kerajaan disungai rokan berdasarkan teks sejarah hampir mustahil dilakukan, karena minimnya ketersediaab data tertulis tentang kerajaan-kerajaan disungai rokan. jikalaupun ada tulisan sejarah menyebut nama rokan, itu hanya ada pada negara kretagama, sejarah melayu, dan tiga naskah manuskrip yang saat ini tersimpan di perpustakaan nasional jakarta, dan naskah-naskah tersebut lahir dari sejarah ingatan yang pada umumnya lebih kaya mitos dibandingkan sejarah dalam arti yang sebenarnya seperti yang difahami oleh para sejarawan.
Pada sekitar awal tahun 1900-an seorang peneliti berkebangsaan jerman Max moszkowski pernah melakukan ekspedisi ke hulu sungai tapung dan sungai rokan atas bantuan dan rekomendasi pemerintah belanda, dia mencatat beberapa hal tentang alam dan kebudayaan masyarakat yang ditemuinya, sempat menyebut tentang raja rokan IV Koto, Kepenuhan kemudia diterbitkan dalam bukunya yang berjudul auf neuen wegen druch sumatra ( 1909)
Pemerintah belanda ketika itu juga telah membuat laporan - laporan tentang masyarakat melayu disungai rokan, seperti yang dilakukan contreleur H.C.E Quast dalam bukunya nopens de poltike tustan in de rokanstaatjes (1901-1905), juga dalam de verspreide geschriften yang ditulis oleh prof. Dr. G.A. Wilken (1912). Bahkan pemerintah belanda telah ikut campur adat melayu dengan maksud memperbaiki tatanan tata aturan adat, seperti yang dilakukannya dalam hak kebesaran adat kerajaan rambah (1919-1927) pada masa pemerintahan raja rambah tengku sutan mahmud
| 300.Jun.s.C1 | 300 Jun s | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain