Text
Gerhana : Kumpulan Cerita Pendek
Apresiasi yang saya buat ini secara keseluruhan membahas tentang unsur-unsur yang terkandung dalam suatu cerpen. Pada bab pertama, apresiasi ini membahas tentang latar belakang mengapa saya akhirnya membuat apresiasi ini, dimulai dari banyaknya masalah-masalah dan kesulitan yang saya hadapi dalam membuat apresiasi ini hingga banyaknya manfaat dan perubahan yang saya dapatkan dari membuat apresiasi ini. Pada bab kedua, apresiasi ini membahas tentang berbagai pengertian umum dari lima orang pakar mengenai apresiasi dan cerpen, dan juga membahas tentang pengertian dan pembagian dari unsur instrinsik yang terdapat dalam cerpen yang sedang dibahas. Pada bab ketiga, apresiasi ini berisi penutup, yang didalamnya terdapat beberapa pendapat dari penulis terhadap cerpen yang dibahas.
Unsur instrinsik merupakan suatu unsur pembentuk cerpen yang berasal dari dalam diri cerpen itu sendiri. Unsur instinsik sekiranya dapat kita bagi menjadi 7 bagian yaitu tema, latar, alur, perwatakan/penokohan, sudut pandang, majas/pilihan kata, dan amanat. Tema merupakan suatu pokok pikiran yang berada dalam suatu cerita yang menjiwai seluruh isi dari cerita. Latar merupakan latar belakang peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam cerita atau karya sastra. Alur merupakan rangkaian peristiwa yang menjalin sebuah cerita dan membentuk suatu kesatuan sebab akibat. Perwatakan merupakan sifat yang dimiliki oleh seorang tokoh. Sudut pandang merupakan kedudukan pengarang dalam cerita. Majas merupakan gaya bahasa yang menimbulkan konotasi tertentu. Dan amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari penulis kepada pembaca. Semua itu merupakan unsur terbentuknya suatu cerpen dimana semuanya saling berkaitan dan berhubungan satu dengan lainnya.
Pada cerpen ini sebenarnya menceritakan tentang seseorang bapak yang berjuang untuk mengungkap siapa yang telah menebang dan membacok pohon pepayanya. Ia berjuang untuk terus mencari tahu, meskipun telah banyak orang yang menertawai dan memarahinya. Sampai-sampai ia melapor dari kantor kelurahan, ke kantor kecamatan, hingga akhirnya ke kantor polisi desa. Tetapi semuanya tidak ada hasilnya, karena pada akhirnya dia menjadi kecapekan dan putus asa. Hingga dia pingsan di halaman rumahnya dan akhirnya ditemukan telah meninggal di dalam kamarnya karena masalah itu. Secara keseluruhan cerpen ini sebenarnya menarik karena cerpen ini memiliki banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi pelajaran bagi kita.
Saran saya dalam karya tulis ini agar para pembaca lebih tertarik terhadap cerpen sastra dan agar para pembaca yang juga memiliki motivasi dalam menulis dapat menjadikan cerpen ini sebagai pedoman dalam menulis, karena gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen ini sebenarnya sudah sangat bagus dan kata-kata yang digunakan sudah cukup indah.
| 808.83.Muh.g.C1 | 808.83 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 813.Muh.g.C2 | 813 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 813.Muh.g.C3 | 813 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 813.Muh.g.C4 | 813 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 813.Muh.g.C5 | 813 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 813.Muh.g.C6 | 813 Muh g | Ruang Perpustakaan (PERPUSTKAANSMARTSPANTIBELS) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain