Text
Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dhien adalah salah satu pejuang wanita dari tanah rencong atau Aceh yang memperjuangkan Aceh dari serbuan Belanda. Cut Nyak Dhien adalah wanita yang taat beragama karena sejak kecil ia sudah dididik oleh keluargannya yang memang keturunan bangsawan. Pada tahun 1873 Belanda menyerang Aceh dan dimulailah perang Aceh I dengan Aceh dipimpin oleh Sultan Machmud melawan Belanda yang dipimpin oleh Koler. Pada saat itu kesultanan Aceh memenangkan peperangan dengan tewasnya Koler. Teuku Umar, tokoh pejuang Aceh, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, namun, karena Teuku Umar mempersilahkannya untuk ikut bertempur dalam medan perang, Cut Nyak Dien akhirnya menerimanya dan menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880. Banyak perjuangan yang dilakukan Cut Nyak Dhien bersama suaminya Teuku Umar dalam memerangi Belanda. Ketika Teuku Umar meninggal, Cut Nyak Dhien pun memimpin pasukan Aceh melawan Belanda. Belanda pun dibuat pusing oleh Cut Nyak Dhien sehingga untuk mengejar Cut Nyak Dhien Belanda banyak mengeluarkan uang dan tenaga sehingga banyak pasukannya yang tewas. Cut Nyak Dhien yang diuraikan dalam buku ini merupakan gambaran perempuan Aceh yang dari dahulu turut memegang peranan, baik dalam bidang politik maupun bidang lainnya. Dalam menghadapi gelombang penjajahan, kaum wanita Aceh termasuk Cut Nyak Dhien tampil kedepan untuk memberikan komando perang. Tangkas, gigih dan tabah dalam mempertahankan tanah air, bangsa, dan agama dari nafsu penjajah Belanda. Mereka tidak rela tanah-air yang dicintainya dikuasai serta diperas oleh penjajah.
| 920..Rus.c.C1 | 920 Rus c | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
| 920.Rus.c.C2 | 920 Rus c | Ruang Perpustakaan (PERPUSTAKAAN SMART SPANTIBELS) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain